DJAMBI.ID, Jambi – Wakil Menteri Agama Republik Indonesia Dr. KH. Romo H.R. Muhammad Syafii, S.H., M.Hum., menegaskan besarnya peran perempuan dalam membentuk karakter keluarga dan generasi penerus bangsa.
Hal tersebut disampaikan Wamenag saat menghadiri Pelantikan Pengurus Wilayah Forum Silaturahmi Ummi Muslimah Indonesia (Fahmi Ummi) Provinsi Jambi sekaligus Pengukuhan Pengurus Daerah Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Paduko Berhalo, Selasa (29/9/2026) malam.
Menurut Muhammad Syafii, perempuan memiliki posisi strategis dalam kehidupan keluarga karena menjadi tempat kembali bagi anggota keluarga sekaligus memiliki peran penting dalam pendidikan anak.
“Umi ini adalah madrasatul ula. Karena itu, Umi memiliki tugas yang sangat berat dalam membentuk karakter anak-anak yang diamanahkan Allah dalam keluarga,” ujar Wamenag.
Ia mengatakan, kualitas keluarga dan generasi masa depan tidak terlepas dari bagaimana perempuan menjalankan perannya dalam mendidik, mendampingi dan memberikan keteladanan kepada anak-anak.
Karena itu, keberadaan organisasi seperti Fahmi Ummi dinilai dapat menjadi ruang bagi perempuan untuk meningkatkan kapasitas diri, memperkuat silaturahmi serta memperluas kontribusi dalam kehidupan bermasyarakat.
Wamenag Muhammad Syafii berharap Fahmi Ummi tidak hanya bergerak dalam bidang keagamaan, tetapi juga mampu mengambil peran dalam berbagai sektor kehidupan masyarakat.
Menurutnya, perempuan memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam bidang agama, sosial, ekonomi hingga politik, dengan tetap mengedepankan nilai kebenaran, keadilan dan kemaslahatan masyarakat.
“Fahmi Ummi ke depan harus kolaboratif. Program-program pemerintah, baik pusat maupun daerah, diharapkan dapat tersampaikan kepada masyarakat melalui jejaring yang ada,” katanya.
Ia menilai jejaring organisasi perempuan dapat menjadi salah satu jembatan untuk menyampaikan berbagai program pemerintah kepada masyarakat secara lebih luas.
Kolaborasi tersebut, kata dia, penting agar program pemerintah tidak berhenti pada tingkat kebijakan, tetapi dapat diketahui dan dimanfaatkan oleh masyarakat yang menjadi sasaran.
Muhammad Syafii juga menekankan pentingnya penguatan keluarga sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia.
Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama tempat anak memperoleh pendidikan, nilai-nilai kehidupan dan pembentukan karakter.
Dalam konteks tersebut, perempuan memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan keluarga yang mendukung tumbuh kembang anak sekaligus menanamkan nilai agama dan moral.
Karena itu, ia berharap Fahmi Ummi dapat melahirkan berbagai program yang memberikan manfaat langsung bagi perempuan dan keluarga, termasuk peningkatan pengetahuan, pemberdayaan ekonomi serta kegiatan sosial kemasyarakatan.
Sementara itu, Ketua PW Fahmi Ummi Provinsi Jambi Dr. Nuraida Fitri Habi, S.Ag., M.Ag., menyampaikan komitmen organisasinya untuk menjalankan program melalui empat pilar utama, yakni agama, politik, ekonomi dan sosial.
“Empat pilar tersebut bukanlah sesuatu yang berdiri sendiri, tetapi merupakan satu kesatuan yang saling menopang untuk mewujudkan visi besar kami, yaitu melahirkan Muslimah yang berilmu, berdaya dan berkontribusi nyata bagi umat,” jelas Nuraida.
Di bidang agama, Fahmi Ummi akan memperkuat keluarga Islami dan meningkatkan kualitas kegiatan keagamaan.
Sementara di bidang ekonomi, organisasi akan mendorong pemberdayaan perempuan, membuka peluang usaha serta memperkuat jejaring UMKM.
Adapun bidang sosial diarahkan pada kepedulian terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat serta menghadirkan kontribusi nyata di tengah lingkungan sosial.
Pelantikan pengurus Fahmi Ummi Provinsi Jambi dan pengurus daerah kabupaten/kota se-Provinsi Jambi diharapkan menjadi awal penguatan organisasi dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan perempuan, penguatan keluarga dan pelayanan sosial di tengah masyarakat.
Dengan jejaring yang semakin luas, Fahmi Ummi diharapkan mampu membangun kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat untuk mendukung program-program yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.










