Bupati Monadi Tegaskan Kenduri Sko Simbol Persatuan dan Fondasi Moral Masyarakat

Kerinci – Bupati Kerinci Monadi menghadiri prosesi adat Kenduri Sko dan Manggien Depati Ninik Mamak Luhah Depati Intan Siulak Mukai yang digelar di Lapangan Tiga Desa Siulak Mukai, Kabupaten Kerinci, Sabtu (24/01/2026). Kegiatan adat sakral tersebut menjadi simbol kuat persatuan serta komitmen masyarakat Kerinci dalam menjaga adat istiadat dan kearifan lokal.

Acara berlangsung khidmat dan turut dihadiri Gubernur Jambi Al Haris, Bupati Sarolangun Hurmin, Wali Kota Sungai Penuh Alfin, Wakil Bupati Kerinci Murison, Wakil Bupati Batanghari Bahctiar, unsur Forkopimda, para depati, ninik mamak, tokoh agama, serta masyarakat dari berbagai desa di wilayah Siulak Mukai.

Dalam sambutannya, Bupati Kerinci Monadi menegaskan bahwa Kenduri Sko merupakan simbol persatuan yang telah mendarah daging dalam kehidupan masyarakat Kerinci, khususnya di wilayah adat Depati Intan Luhur Tanah Sekudung.

“Melalui adat, kita diajarkan nilai kebersamaan, sopan santun, gotong royong, serta penghormatan kepada sesama. Inilah jati diri masyarakat Kerinci yang tidak lekang oleh panas dan tidak lapuk oleh hujan,” ujar Monadi.

Monadi juga menegaskan bahwa adat dan agama merupakan dua unsur yang tidak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat Kerinci, sebagaimana falsafah adat bersendi syara’, syara’ bersendi Kitabullah. Oleh karena itu, ia meminta seluruh depati dan ninik mamak untuk berani menegakkan hukum adat secara adil, arif, dan konsisten di tengah masyarakat.

Selain itu, Bupati Monadi menyinggung diberlakukannya KUHP baru yang mengakui sanksi sosial dan kearifan lokal. Menurutnya, hal tersebut menjadi peluang besar untuk semakin memperkuat peran hukum adat dan mensinergikannya dengan aparat penegak hukum.

“Adat bukan penghambat kemajuan, melainkan fondasi moral dan identitas yang menguatkan arah pembangunan daerah. Tanpa adat dan budaya, pembangunan akan kehilangan ruh dan maknanya,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Monadi juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kerinci untuk terus mendukung pelestarian adat, budaya, dan kearifan lokal sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Prosesi Kenduri Sko ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan, memperkuat nilai-nilai adat, serta menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Kerinci. (*)