DJAMBI.ID, Tanjung Pauh Mudik – Gubernur Jambi, Al Haris, berharap tradisi Kenduri Sko menjadi momentum mempererat persatuan masyarakat sekaligus mendorong percepatan perbaikan infrastruktur desa. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Kenduri Sko Lima Desa Tanjung Pauh Mudik, Kecamatan Danau Kerinci Barat, Kabupaten Kerinci, Minggu (5/7/2026).
Menurut Al Haris, Kenduri Sko merupakan tradisi adat yang digelar lima tahun sekali sehingga memiliki makna penting sebagai ruang memperkuat identitas budaya dan mempererat hubungan antarmasyarakat.
“Kenduri Sko bukan sekadar seremoni, tetapi momentum menjaga sejarah, budaya, dan adat istiadat agar tetap hidup serta diwariskan kepada generasi berikutnya,” kata Al Haris.
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga merespons aspirasi masyarakat mengenai persoalan banjir dan kondisi jembatan di Tanjung Pauh Mudik. Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Jambi akan meminta Dinas Pekerjaan Umum bersama instansi terkait melakukan kajian terhadap penyebab banjir dan menyusun langkah penanganan, termasuk rehabilitasi saluran serta pembangunan infrastruktur pengendali banjir.
“Kalau tidak ada dana di daerah, kita akan mengajukan ke pemerintah pusat. Jika diperlukan, akan kita tangani secara bertahap melalui anggaran provinsi,” ujarnya.
Al Haris menegaskan banjir menjadi persoalan yang harus diprioritaskan karena berdampak terhadap keselamatan masyarakat, aktivitas ekonomi, dan sektor pertanian.
Selain itu, ia mengapresiasi masyarakat dan panitia yang tetap menjaga pelaksanaan Kenduri Sko sebagai warisan budaya. Menurutnya, tradisi tersebut memiliki peran penting dalam mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal di tengah perkembangan zaman.
Pada kesempatan yang sama, Al Haris menyerahkan bantuan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari Bank Jambi sebesar Rp25 juta untuk lima desa.
Sementara itu, Bupati Kerinci, Monadi, mengajak masyarakat terus menjaga adat istiadat sebagai identitas daerah. Ia juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dan tokoh adat dalam membimbing generasi muda menghadapi tantangan perkembangan teknologi.
Menurut Monadi, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak negatif seperti judi daring dan penyalahgunaan narkotika, sekaligus mempertahankan ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan pertanian yang menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat Kerinci.
Acara Kenduri Sko Lima Desa turut dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hesnidar Haris, Wali Kota Sungai Penuh, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, kepala organisasi perangkat daerah, tokoh adat, serta masyarakat setempat.












