DJAMBI.ID, Jambi – Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Provinsi Jambi menetapkan tujuh program prioritas dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) yang digelar Jumat, 1 Mei 2026. Fokusnya: digitalisasi pasar rakyat dan regenerasi pedagang.
Ketua DPW APPSI Jambi, Ari Budi Pratiwi, mengatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Ketua Umum DPP APPSI, Sudaryono, serta selaras dengan visi ekonomi kerakyatan Presiden Prabowo Subianto.
“Modernisasi pasar tidak boleh menghilangkan karakter tradisionalnya. Digitalisasi harus menjadi alat pemberdayaan,” kata Ari.
Dalam keputusan Rakerwil, APPSI Jambi menargetkan konsolidasi kepengurusan di tingkat kabupaten/kota, pendataan pedagang, serta penyusunan tata kelola organisasi berbasis sistem yang lebih modern. Regenerasi pedagang muda juga menjadi perhatian, menyusul menurunnya minat generasi muda mengelola usaha di pasar tradisional.
Di sektor digital, organisasi ini merancang pelatihan manajemen keuangan, transaksi non-tunai, serta pengembangan marketplace khusus pedagang pasar Jambi. Langkah tersebut dinilai penting untuk menghadapi ekspansi ritel modern dan perubahan pola belanja masyarakat.
APPSI Jambi juga menyiapkan pendampingan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR), pembentukan koperasi pedagang, serta kerja sama dengan perbankan. Di bidang advokasi, organisasi membuka posko pengaduan terkait retribusi, konflik kios, hingga praktik rentenir.
Selain itu, kampanye “Belanja di Pasar Rakyat” akan digencarkan melalui media sosial dan jaringan kemitraan dengan pemerintah daerah serta DPRD.
Ari menyebut Rakerwil ini sebagai momentum konsolidasi. “Pasar rakyat harus tetap menjadi penggerak ekonomi daerah. Jika pedagang kuat, ekonomi lokal ikut tumbuh,” ujarnya.







