DJAMBI.ID, Bukit Tengah – Gubernur Jambi Al Haris melakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bukit Tengah di Kabupaten Kerinci, Minggu, 5 Juli 2026. Proyek senilai Rp137,5 miliar yang didanai APBN itu ditargetkan selesai pada Desember 2026 dan mulai beroperasi pada 2027.
Al Haris mengatakan pembangunan RSUD Bukit Tengah merupakan upaya memperkuat layanan kesehatan di Kabupaten Kerinci, terutama setelah pemekaran wilayah yang menyebabkan fasilitas rumah sakit sebelumnya berada di Kota Sungai Penuh.
“Rumah sakit ini akan memperpendek akses layanan kesehatan, mengurangi rujukan ke luar daerah, dan meningkatkan kualitas pelayanan medis bagi masyarakat Kerinci,” kata Al Haris.
Menurut dia, pembangunan rumah sakit merupakan hasil koordinasi Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Kabupaten Kerinci dengan Kementerian Kesehatan sejak awal masa jabatannya. Ia berharap proses konstruksi berjalan sesuai target sehingga pengadaan alat kesehatan dapat dilakukan bersamaan dengan penyelesaian bangunan.
Selain pembangunan fisik, pemerintah juga menyiapkan penguatan sumber daya manusia kesehatan. Al Haris mengatakan kebutuhan dokter spesialis akan dipenuhi melalui program Pendidikan Program Dokter Spesialis (PPDS) bekerja sama dengan perguruan tinggi dan rumah sakit rujukan.
RSUD Bukit Tengah nantinya direncanakan memiliki layanan hemodialisis (cuci darah), pusat layanan jantung, dan kemoterapi. Menurut Al Haris, fasilitas tersebut diharapkan mengurangi kebutuhan masyarakat Kerinci untuk berobat ke Kota Jambi maupun Sumatera Barat.
Ia juga meminta pelaksanaan proyek dilakukan sesuai standar teknis dengan pengawasan yang ketat. Pemerintah Provinsi Jambi, kata dia, akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk melengkapi kebutuhan alat kesehatan yang diperkirakan bernilai lebih dari Rp50 miliar.
Dalam sesi wawancara, Al Haris menegaskan pemerintah provinsi akan mengawal pembangunan hingga selesai. “Kalau masih ada kekurangan, pemerintah provinsi siap membantu sebagai wakil pemerintah pusat di daerah,” ujarnya.
Bupati Kerinci Monadi mengatakan pembangunan RSUD Bukit Tengah tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Provinsi Jambi. Menurut dia, rumah sakit tersebut telah mulai beroperasi sebagai RS Tipe D Pratama sejak 1 November 2025, meski dengan fasilitas terbatas.
Monadi menjelaskan proses pembangunan menuju RSUD Tipe C melalui tahapan panjang, mulai dari penyusunan struktur organisasi, visitasi, hingga penyediaan lahan sekitar 3,5 hektare. Ia juga menyebut dukungan pemerintah provinsi dan DPRD berperan dalam memenuhi persyaratan tersebut.
Pemerintah Kabupaten Kerinci, kata Monadi, akan menyiapkan sumber daya manusia agar rumah sakit dapat beroperasi penuh setelah pembangunan selesai. Proyek pembangunan fisik dilaksanakan oleh PT PP Urban (Urban Penta KSO).
Pembangunan RSUD Bukit Tengah diharapkan meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat Kerinci sekaligus memperkuat sistem rujukan medis di wilayah barat Provinsi Jambi.












