PKB DPC Kota Jambi: Politik Santai, Inklusif, dan Relevan bagi Gen-Z

Jambi, 21 November 2025 — Mahasiswa Program Studi Ilmu Politik Universitas Jambi melaksanakan wawancara dengan pengurus PKB DPC Kota Jambi sebagai bagian dari tugas mata kuliah Partai Politik. Namun, di balik kegiatan akademik tersebut, para mahasiswa yang merupakan bagian dari generasi Gen-Z ini juga ingin memahami secara lebih dekat bagaimana partai politik bekerja dan berperan dalam dinamika pemerintahan saat ini, bertempat di Sekretarian DPC PKB Kota Jambi, (21/11/2025)

“Kami ingin mengetahui bagaimana partai politik menjadi ruang aspirasi ketika suara masyarakat tidak didengar. Selain menjalankan tugas kuliah, kami ingin memahami dinamika internal partai politik,” ujar Wanda Ulfia Ramadani selaku ketua kelompok.

Pada kesempatan ini, tim berhasil mewawancarai Ketua PKB DPC Kota Jambi, Sulaiman Syawal, S.Ag, dan Sekretaris PKB DPC Kota Jambi, Promontika Suhendri, S.Sy.

Wanda membuka sesi wawancara dengan pertanyaan mengenai mekanisme rekrutmen dan kaderisasi PKB. Menanggapi hal tersebut, Sulaiman Syawal menjelaskan bahwa kaderisasi PKB di Jambi saat ini tidak hanya mengandalkan proses formal di tingkat DPC. Media sosial, menurutnya, telah menjadi pintu masuk penting bagi anak muda untuk mengenal identitas, nilai, dan perjuangan PKB. Melalui branding digital, konten edukatif, aktivitas kader muda, serta interaksi dua arah seperti live dan Q&A, PKB mampu membangun kedekatan emosional dengan calon kader sebelum mereka datang langsung ke kantor DPC. Isu-isu yang diangkat, seperti dunia santri, UMKM, pendidikan, lingkungan, dan toleransi, membuat PKB tampak relevan dengan keseharian generasi muda. Interaksi digital tersebut kemudian diarahkan ke proses kaderisasi formal melalui verifikasi, kegiatan lapangan, dan pembinaan struktural. Sinergi antara komunikasi digital dan kaderisasi langsung itu membuat PKB semakin adaptif, inklusif, dan efektif dalam menjangkau generasi muda Jambi.

Pada sesi selanjutnya, Sekretaris PKB DPC Kota Jambi, Promontika Suhendri, menjawab berbagai pertanyaan mahasiswa terkait komunikasi politik, pendanaan, pendidikan politik, hingga isu inklusivitas. Ia menjelaskan bahwa PKB DPC Jambi aktif menyerap dan menyampaikan aspirasi publik melalui diskusi warga, ruang komunitas, dan media sosial, sehingga PKB tampil lebih dekat dengan masyarakat, terutama generasi muda yang kritis dan melek informasi. Dari sisi pendanaan, PKB mengelola sumber yang transparan mulai dari bantuan pemerintah, iuran kader, kontribusi anggota dewan, hingga swasembada internal. Sementara itu, pendidikan politik dilakukan melalui sosialisasi, webinar, dan kerja sama dengan komunitas lokal untuk meningkatkan literasi politik masyarakat mengenai hoaks, kebijakan publik, dan pentingnya partisipasi dalam demokrasi.

Terkait isu bahwa PKB hanya terdiri dari kader muslim, Suhendri menegaskan bahwa PKB di Jambi bersifat inklusif dan modern, serta terbuka bagi semua agama. Pendekatan PKB Jambi lebih rasional dan disesuaikan dengan keberagaman daerah, berbeda dengan beberapa wilayah lain seperti di Jawa yang lebih kental dengan basis NU. Ia juga membedakan karakter PKB dengan PPP. Menurutnya, PKB di Jambi lebih fokus pada nasionalisme, keberagaman, dan kebutuhan masyarakat daerah, sementara PPP memiliki identitas historis yang lebih kuat sebagai partai berbasis Islam.

Wawancara ini menunjukkan bahwa PKB DPC Kota Jambi telah menghadirkan model politik yang modern, inklusif, dan sesuai dengan perkembangan zaman. Melalui pemanfaatan media sosial, komunikasi yang konsisten, serta pembinaan kader di tingkat DPC, PKB membuktikan bahwa kaderisasi politik dapat dilakukan secara lebih terbuka, dekat, dan relevan bagi generasi muda. Sinergi antara digitalisasi dan kerja lapangan tidak hanya memperluas jangkauan partai, tetapi juga memperkuat komitmen PKB dalam membangun pendidikan politik yang sehat bagi masyarakat. Dengan pendekatan yang adaptif dan berorientasi pada kebutuhan publik, PKB DPC Kota Jambi menegaskan perannya sebagai jembatan antara aspirasi masyarakat dan proses demokrasi yang terus berkembang.

Komentar